Puzzle itu bernama Ek-Is


Adalah suatu sistem perekonomian yang telah lama digunakan dalam setiap transaksi antar manusia sejak masa keturunan Adam dan Nabi-Nabi setelahnya. Dimana setiap orang ketika itu belum mengenal bunga dan teori time value of money. Kehidupan masyarakat juga masih terasa harmonis, karena diantara mereka masih ada sifat rela menolong dan ke-ridloan. Sebut saja persaudaraan Kaum Muhajirin dan Anshor dalam peristiwa hijroh dan beberapa kisah Sahabat yang rela mengorbankan hartanya demi kemashlahatan kaum muslimin ketika awal-awal Islam muncul.

Berlangsung selama kurun waktu yang cukup lama, sistem ini masih digunakan sampai zaman keemasan peradaban Islam di tangan pemerintahan Abbasyiah. Sejarah mencatat pada masa itu banyak cendekiawan dan ekonom-ekonom muslim dilahirkan. Seperti Ibnu Khaldun, Abu Yusuf, Al Maqrizi, Ibnu Sina, Al Mawardi, Al Ghazali dan lainnya. Mereka menyumbang pemikiran yang dapat diimplementasikan pada kebijakan Negara agar perekonomian rakyat berjalan adil dan terjadi pemerataan pendapatan. Kebijakan tersebut diantaranya; sistem penerimaan Negara (Al-Kharaj); pembentukan Baitul-Mal; dan penggunaan dinar dan dirham sebagai mata uang dalam kegiatan ekonomi. Sampai pada suatu saat rezim Abbasyiah runtuh oleh serangan tentara Mongol dan Tartar (1285M).

Setelah runtuhnya Abbasyiah, sistem ini sempat vakum alias tak terdengar lagi kabarnya selama hampir empat abad. Apalagi setelah masyarakat dunia mengangkat Adam Smith sebagai bapak ekonomi klasik (konvensional), nama Ekonomi Islam pun seakan hilang tertelan bumi. Sejak itu disebarluaskan lah pemahaman bahwa manusia pada umumnya bersifat asli serakah dan bertindak berdasarkan pada kepentingan diri sendiri (self interest and hedonism), berbeda jauh dengan yang diajarkan Islam bahwa manusia dalam berinteraksi haruslah dengan belas kasihan dan berkeprimanusiaan. Karenanya tidak heran jika mereka yang percaya pada Smith mendewakan sistem bunga.

Teori ekonomi Konvensional berkembang pesat diseluruh dunia plus dengan berbagai kritikannya. Keabsahannya terus dipertanyakan karena tidak dapat menjawab permasalahan besar Great Depression dan masalah ekonomi lainnya (banyak krisis yang sering terjadi). Sejak itulah muncul pemikiran untuk mencari sistem lain sebagai alternatif.

Lalu muncul lah penggagas pemikiran Ekonomi Islam Kontemporer, seperti Umar Chapra, Baqr As Shadr dan lain-lain. Pada tahun 1960-an telah banyak dilakukan riset oleh cendekiawan muslim atas sistem hukum Eropa kedalam industri keuangan dan sekaligus memperkenalkan penerapan prinsip Syariah dalam kegiatannya. Sebelas tahun berjalan, pada 1971 puzzle itu kembali dibangun dengan didirikannya bank Islam Nasser Social Bank di Cairo dan diikuti pendirian bank Islam lainnya (Islamic Development Bank dan Dubai Islamic pada tahun 1975, Faisal Islamic Bank of Egypt, Faisal Islamic Bank of Sudan dan Kuwait House tahun 1977)

Pembangunan puzzle terus berlanjut. Prinsip  Syariah mulai masuk industri pasar modal, asuransi dan reksadana. Yordania adalah negara Islam yang telah mengimplementasikan prinsip Syariah di sektor pasar modal pada tahun 1978. Diikuti Pakistan dengan kebijakan serupa pada tahun 1980. Lantas bagaimana dengan pembangunan puzzle di negara lainnya.?

Malaysia mengembangkan pasar modal Syariah sejak tahun 1990-an. Lebih cepat dari Indonesia yang baru diperkenalkan pada pertengahan tahun 1997. Bapepam pun lambat dalam merespon pasar. Secara resmi lembaga tadi baru meluncurkan prinsip pasar modal Syariah pada tanggal 14 dan 15 Maret 2003 (Fatwa DSN No.40). Peraturan dalam pasar modal Syariah bisa dikatakan sangat lambat, terlihat dari delapan puluh jumlah fatwa yang telah diputuskan DSN (Dewan Syariah Nasional), hanya tiga fatwa yang berkaitan dengan pasar modal include reksadana Syariah.

Di Indonesia perbankan Syariah dipelopori oleh Bank Muamalat pada tahun 1991. Diikuti oleh Bank Syariah Mandiri dan Bank Mega Syariah pada tahun 2007. Kasusnya hampir sama dengan pasar modal Syariah, perbankan Syariah pun masih di anak tirikan oleh pemerintah. Banyak masalah dan kendala yang harus dihadapi khususnya masalah regulasi. Kasusnya sama percis seperti pasar modal, Undang-Undang tentang perbankan Syariah baru disahkan tahun 2008 lalu.

Selain masalah regulasi, industri ekonomi dan keuangan Islam pun banyak menghadapi masalah lain. Kritikan dan cemoohan selalu datang dari mereka yang bersikap skeptis terhadap system ini. Baik dari kalangan Muslim sendiri maupun dari golongan lain. Mereka yang berpikiran kolot dan ekstrim mengatakan : “Apa itu Bank Syariah.? Menurut saya sama saja dengan Bank Konven. Apalagi pasar modal Syariah, nggak ada tuh pada zaman Rasulullah”.  Sayangnya, yang berkata seperti ini justru kebanyakan mereka yang telah mendapatkan gelar Haji dan mereka yang telah menjalani pendidikan dan pelatihan tentang ekonomi Islam (praktisi dan banyak juga dari kalangan mahasiswa). Huft..

Sadarlah kawan, sekarang ini kita sedang bersama-sama membangun puzzle yang sangat besar. Perumpamaannya jika jumlah puzzle yang harus dibangun berjumlah satu juta, maka jumlah puzzle yang baru jadi sekarang (diseluruh belahan dunia) barulah berjumlah puluhan ribu atau bahkan ribuan. Memang puzzle sekarang masih jauh dari sempurna tapi bukan alasan bagi kita untuk meruntuhkannya. Harus ada kritikan yang sifatnya membangun, bukan untuk menjauhi apalagi menyudutkan. Oleh karena itu, butuh lebih banyak perjuangan dan dukungan untuk menyempurnakannya. Baik itu di sisi perbankan, pasar modal, asuransi, lembaga pembiayaan mikro, sektor ril, moneter, dan sisi lain nya. Inilah ladang amal bagi kita yang ingin memperjuangkan ekonomi Islam. Hasil buahnya tidak harus kita yang memetiknya, mungkin anak cucu yang akan merasakannya.  Wallahu a’lam.

Catatan : terima kasih ku kepada Pak Irwan tentang kuliah Pasar Modal Syariah pada Sabtu pagi kemarin.

6 responses to this post.

  1. hmmm,,,bagus tulisannya,,,terus customize ya

    Reply

  2. ikut comment..bagus-bagus hakim san,, :))

    Reply

  3. makasih banyak buat mas el_hadziq dan mbak shaumi atas kunjungan nya di blog sederhana ini..sama-sama berkarya ya..

    Reply

  4. subhanallah, tulisan’a luar biasa bagus mas.
    salam kenal,

    Reply

  5. ditunggu tulisan ttg ek-is mas hakim…
    salam kenal..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: