Farewell


Pagi ini aku bersama teman-teman kampus (boyo, futuh, taufiq, nida, rosyid, sandi, yudi, alfian, matuz, dan beberapa adek kelas angkatan 9) berkunjung ke rumah Pak Luqyan di komplek Udayana, Sentul. Tujuan kami tidak lain untuk mengucapkan selamat jalan kepada beliau. Malam ini, tepatnya jam 19.00WIB beliau dan kedua anaknya akan menuju bandara Soekarno-Hatta untuk penerbangan ke UK (United Kingdom) munyusul Madam Ani yang telah berangkat sebulan lalu.
Beliau harus mengambil keputusan ini, walau agak berat memang. Agak berat karena beliau belum ambil keputusan apa yang akan beliau lakukan di negeri itu, lanjut kuliah S3 kah, atau bekerja. Agak berat karena salah satu anak beliau akan seharusnya akan menghadapi UN Mei tahun depan (anak beliau sekarang duduk di kelas 6SD), ibarat kata tinggal memetik buah yang akan matang sebentar lagi. Tapi apa boleh buat, kehidupan terus berlanjut dan kesatuan keluarga harus diutamakan.
Pada kunjungan kali ini, kami dijamu beliau di ruang tamu. Beliau bercerita banyak hal, tentang biaya keberangkatan, komunitas muslim disana dan awal kali beliau ke Eropa ketika aktif dalam organisasi mahasiswa di Malaysia dulu. Untuk biaya ke UK dari Indonesia adalah sekitar US$700 per orang. Penerbangan akan transit di Dubai lalu berlanjut ke London. Beliau juga bercerita bahwa di tempat yang akan beliau tinggali nanti, banyak juga komunitas Muslim. Jadi jangan kita takut dan bingung di negeri yang masih asing itu,,,he.
Beliau juga memberikan pesan-pesan pada kami, semacam wejangan gitu. Beliau mengawali semua perjalan keluar negeri dengan bahasa Inggris. Beliau menekuni bahasa Inggris sejak sekolah di SMP dan SMA dulu. Beliau tidak pernah ikut kursus bahasa. Hal yang beliau lakukan adalah belajar secara otodidak. Semenjak SMP beliau sering membaca koran lokal berbahasa inggris dengan keras. Lalu mencari Vocab yang belum diketahui artinya di kamus. Beliau lakukan itu agar lidah terbiasa dengan vocab inggris. Rupanya hal itu tidak sia-sia untuk dilakukan. Pekerjaan yang beliau lakukan sejak SMP itu membuahkan hasil ketika tes masuk ke salah satu perguruan tinggi di Malaysia. Intinya “Man Jadda Wajada”.
 

Yang membuatku salut adalah bahwa beliau keturunan orang biasa saja. Tetapi kerja keras lah yang merubah nasib dan jalan hidup beliau. Kerja Keras beliau selama ini mengantarkan beliau menjadi orang yang berguna bagi banyak orang. Beberapa matakuliahku dulu pernah beliau pegang, seperti ekonomi moneter dan ekonomi makro. Selamat jalan Pak Luqyan, semoga ilmu yang pernah kau berikan bermanfaat dan semoga kami bisa menyusulmu disana..Amien.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: