seminar i3 (islam itu ilmiah)


Hari ini, aku bersama tiga orang teman (rosyid, taufiq, ichsan) pergi ke kampus Universitas Indonesia, Depok. Berangkat dari kosan Cipambuan sekitar jam 7.45 WIB dengan tiga motor dengan niat tuk menghadiri seminar i3 (Islam Itu Ilmiah). Awalnya sih, aku nggak da niat ikut karena sebelumnya memang nggak pernah tau tentang acara seminar yang bernuansa celana jinjing seperti ini, tapi berkat ajakan dari Taufik akhirnya aku ikut deh. Eh,, pas banget acaranya bertempat di Gedung Pusat Studi Jepang. .

Pengen curcol dikit nie sob..sebelumnya aku sempet tersentak ketika mengetahui acara i3 bertempat di Gedung Pusat Studi Jepang. Lha knapa.?? Gini critanya. 4 tahun silam waktu aku menjalani pengabdian guru KMI baru di Pondok Darul Qiyam Magelang, aku pernah mengajukan beasiswa pendidikan D2 ke jepang. Alhamdulillah ketika itu form diterima. Untuk menindaklanjuti penerimaan itu, aku harus ikut ujian tertulis di Kampus UI Depok, pas ketika itu ujian berlangsung di Gedung mirip bioskop itu…tapi memank dah rencana Ilahi, aku belum diberi kesempatan lulus dalam ujian beasiswa tsb (padahal cuma tes matematika dan bahasa inggris) hhmm,.

Baiklah  kita lanjut ke cerita..sesampainya kami berempat di Kampus UI, kami langsung menuju tempat seminar lalu melakukan daftar ulang. Setelah itu kami memasuki gedung dan memilih tempat duduk. Hehe,,rupanya kami berempat termasuk orang yang cepat dateng, soalnya kami sempat diberi snack (100 orang pendaftar ulang  akan mendapat snack). Beberapa menit kemudian datanglah Ust. Badrussalam sebagai pembicara dalam sesi 1 (jam 9.00 – 10.30 WIB yang akan membawakan tema : meraih pahala besar dengan sedikit amal. Tema ini diambil dari buku yang beliau tulis. Dalam kesempatan mahal ini, beliau akan membedah apa saja kiat-kiat yang terdapat dalam buku tsb.

Dan kiat-kiat yang beliau sampaikan  pada pertemuan kali ini (bagaimana agar mendapat pahala besar dengan sdikit amal) adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui syarat diterimanya amal sholeh, yaitu : ikhlas dan sesuai dengan syariat nabi. (QS.18:110). Jika suatu amal terlepas dari yang 2 itu maka amal tidak akan diterima. Contoh : seseorang yang beramal sholeh dengan tujuan agar dilihat orang lain / riya’, maka amalnya tidak diterima.
  2. Kita tidak akan dapat pahala kecuali dengan niat. Contoh : seseorang yang melakukan sholat dzuhur dengan niat sholat ashar, maka sholatnya tidak sah.
  3. Suatu ibadah, jika semakin sesuai dengan sunnah maka semakin besar pahalanya, begitu juga sebaliknya. Contoh : 2 orang wanita yang sama-sama melakukan sholat. Si A melakukan sholat di masjid, sedangkan si B melakukannya di rumah. Maka yang mendapatkan pahala lebih besar adalah si B karena, lebih sesuai dengan sunnah Nabi. Nabi pernah bersabda : “dan rumah-rumah kalian (wanita) lebih baik bagi kalian”.
  4. Pahala suatu amal akan dilipatgandakan bila bertepatan dengan waktu-waktu yang mulia, seperti : awal bulan Muharram, 10 hari awal Dzul-Hijjah, bulan Ramadhan, sepertiga malam terakhir, setelah asar dan waktu sahur.
  5. Pahala ibadah dilipatgandakan jika ditempatkan pada tempat mulia, seperti : Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Quba.
  6. Ibadah yang manfaatnya menular ke orang lain itu lebih baik daripada ibadah yang manfaat dan pahalanya untuk diri sendiri. Contoh : aktifitas menulis ilmu lebih baik daripada sholat tahajjud, karena dengan ilmu yang ditulis itu orang lain akan membacanya dan mengambil manfaat darinya.
  7. Sesuatu yang berhubungan dengan dzat ibadat lebih utama dari sesuatu yang berhubungan dengan tempat ibadah. Contoh : lebih baik kita sholat di shaf belakang ketika sholat berjamaah dimasjid jika sholat kita terganggu dengan bau mulut seseorang yang menguap si shaf pertama.
  8. Dahulukan amalan wajib daripada amalan sunnah dan amalan sunnah daripada amalan mubah. Contoh : antara sholat sunnah tahiyyatul masjid dan mendengar khutbah jumat, dan antara sholat tahajjud dan menonton bola.
  9. Bila bertemu 2 ibadah yang wajib, utamakan yang fardlu ‘ain. Contoh : kepala keluarga yang melakukan aktifitas dakwah agar jangan lupa dengan tugas wajibnya untuk memberi nafkah pada anak dan istri.
  10. Ibadah yang lebih dapat memperbaiki hati lebih baik dari pada yang tidak. Contoh : membaca Al-Quran dan mentadabburinya akan lebih baik dari kalimat tahmid, tasbih dan tahlil.
  11. Semakin berat (dihati) suatu ibadah, maka lebih besar pahalanya. Contoh : shodaqah 1 dirham bisa jadi lebih berat pahalanya dari shodaqah 100.000 dirham. Si A hanya mempunyai 2 dirham, tapi ia berusaha mengikhlaskan setengah dari hartanya untuk shodaqah. Si B mempunyai 10.000.000 dirham, baginya amat sangat ringan jika hanya bershodaqah 100.000 dirham.
  12. Suatu amal, jika semakin besar manfaat dan mashlahat bagi orang lain maka semakin besar pahalanya. Contoh : membantu sesama muslim (memudahkan urusannya) lebih baik daripada I’tikaf di masjid.
  13. Hendaknya dalam ibadah, kita mencari hal yang paling utama dan mencari yang paling utama. Contoh : sholat jamaah lima waktu di masjid (bagi laki-laki) di shaf depan bagian kanan, sholat sunnah rawatib di rumah, sholat wanita di kamar tidurnya lebih baik daripada di rungan tengah, menuntut ilmu tentang Allah (Tauhid) lebih baik dari menuntut ilmu tentang makhluk.
  14. Suatu ibadah yang tidak utama terkadang menjadi lebih utama, seperti ketika suatu amal dirasa berat dihati, lebih khusuk dihati dan lebih besar manfaatnya.
  15. Mempertimbangkan antara mashlahat dan mudharat. Contoh : dulu pada zaman nabi ada seorang arab badui kencing di masjid. Para sahabat yang melihat hal itu geram dan ingin menarik arab badui keluar masjid, tapi Rasul melarang. Dengan pertimbangan jika Badui tadi ditarik keluar masjid padahal ia sedang mengeluarkan air kencing, maka air kencingnya akan semakin luas najisnya.

Nah itu lah beberapa kiat untuk kita agar mendapatkan pahala besar dengan sedikit amal. Intinya, suatu amal akan lebih berbobot apabila dilakukan dengan ilmu. Sampai-sampai Nabi bersabda :”perbandingan antara seorang yang beramal dengan ilmu dan ahli ibadah yang tak berilmu adalah seperti aku dan seseorang yang paling rendah diantara kalian (sahabat)”..subhanallah, betapa pentingnya ilmu ya..

Ada beberapa hal lain aku catat dalam notebook pada acara tadi pagi yang aku anggap penting, diantaranya :

  1. Orang berilmu lebih tinggi derajatnya dari ahli ibadat tanpa ilmu.
  2. Halangan untuk beribadah itu ada 2, yaitu : dari dalam (nafsu dan syahwat) dan dari luar (Lingkungan, jin dan syaitan)
  3. Ilmu dunia tujuannya untuk dunia, tapi bisa juga untuk tujuan akherat. Contoh : belajar ekonomi dengan niat membantu kaum muslim agar terbebas dari kemiskinan.
  4. Orang yang mengharap dunia dari ilmu agama, maka orang itu tidak akan mencium bau sorga.
  5. Di Indonesia ini, banyak orang beragama Islam karena tradisi yang banyak bertentangan dengan syariat.
  6. Rasul tidak melakukan sesuatu, karena :
    • Belum ada faktor pendorong. Contoh : pada zaman Nabi belum dibutuhkan ilmu Nahwu dan Sorf.
    • Ada penghalang. Contoh : pembukuan Al-Quran baru dilakukan pada masa kekhalifahan Abu Bakar, karena wahyu masih turun secara bertahap ketika Nabi hidup.
    • Ada faktor pendorong dan tidak ada penghalang, berarti sesuatu itu tidak dianjurkan. Contoh : pembuatan bedug, karena itu akan menyerupai kaum Yahudi.

Itulah yang kudapat ketika mengikuti seminar i3 kemarin, semoga bermanfaat bagi para pembaca dan bagi diri saya sendiri

4 responses to this post.

  1. Thank you for sharing. Not to many people in your position are so gracious. Your article was very poignant and understandable. It helped me to understand very clearly. Thank you for your help.
    Acne home remedies

    Reply

  2. This so perfectly matches our vision of what life should be, and because of this, it has the power to suck many people into its vision.

    Reply

  3. Lalu, bagaimana dengan HIJRAH nya Nabi Muhammad SAW yang memang DIPERINTAHKAN oleh Yang Mengutus nya serta berasal dari Pencipta Alam semesta ini .

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: