APA YANG PEMERINTAH LAKUKAN DENGAN UANG KITA.??


Buku ini adalah terjemahan dari judul aslinya, What has government done to our money? Diterbitkan pertama kali pada Agustus 2007 oleh penerbit Granit, Jakarta dengan Sukasah Syahdan sebagai penerjemah dan pengantar. Buku ini adalah terjemahan salah satu karya terpenting Profesor Murray N Rothbard – seorang ekonom, sejarawan, dan pemikir yang sangat berpengaruh dalam perkembangan disiplin ekonomi yang diasosiasikan dengan mazhab pemikiran Austria.

Dalam buku ini diulas secara komprehensif mengenai sejarah uang dan fenomena moneter seperti inflasi, deflasi dll dalam bahasa yang dapat dipahami bahkan oleh orang awam sekalipun. Tapi isu terpenting yang ingin disampaikan dalam buku ini adalah pendapat Rothbard yang mengatakan bahwa sebenarnya negara tidak mempunyai peran apapun sistem moneter (intervensi). Karena pada hakikatnya uang mempunyai nilai yang dijamin oleh kandungan fisiknya sendiri, jadi tidak membutuhkan penjaminan dan otak-atik dari pihak manapun (bahkan pihak pemerintah sekalipun). Dalam hal ini, emas dan perak dahulu pernah diakui masyarakat dunia sebagai uang. Lalu bagaimana dengan uang fiat/kertas yang beredar di masyarakat sekarang?

Uang kertas yang digunakan diseluruh negara di dunia sekarang merupakan penyebab utama dari inflasi. Mengapa begitu.? Mari kita kembali lagi ke persamaan Irving (M.V = P.T). Lembaga otoritas moneter dengan bebasnya mengotak-atik uang (M). Jika mereka mencetak uang dengan alasan agar terjadi produksi di sektor ril. Tapi uang tersebut ternyata selalu melebihi jumlah yang dibutuhkan dalam perekonomian, maka akhirnya harga-harga barang dan jasa akan naik. Inilah yang disebut demand pull inflation.

Selanjutnya, Otoritas moneter dan pemerintah diuntungkan dari kejadian seignorage tersebut. Mereka seperti pemalsu uang yang memompakan 2000 ons emas ke dalam perekonomian yang memiliki pasokan 10.000 ons emas. Mereka meikmati uang ciptaan baru tersebut untuk membeli barang/jasa. Uang baru pun selangkah demi langkah mempengaruhi seluruh sistem perekonomian. Begitu uang baru menjalar, dia menaikkan harga-harga barang dan jasa. Dalam hal ini John Maynard Keynes pernah berkata : By this means (seigniorage) government may secretly and unobserved, confiscate the wealth of the people, and not one man in a million will detect the theft“

 Buku ini dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang moneter. Baik dibaca oleh mahasiswa, bankir dan masyarakat awam sekalipun. Saya menilai bahwa kritikan Rothbard terhadap sistem moneter dunia kurang lebih hampir sama dengan kritikan dari ekonomi syariah. Ekonomi syariah mengkritik, “seharusnya yang di otak-atik itu velocity (V) nya, bukan money (M) nya. Jika velosity (V) dimaksimalkan oleh pemerintah maka tidak ada lagi orang kaya yang menimbun uangnya sehingga sektor ril dapat “menikmati darah segar” ekonomi tersebut.

One response to this post.

  1. Transliterasi ini selanjutnya pertama kali digunakan oleh Guido Arezzo sehingga terkenal menjadi notasi Guido s Hand.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: