wahai sang..


ku bertanya pada angin, apalah beda antara bambu dan rerumputan..
toh keduanya sama-sama melambai bila kau menyapa..
toh keduanya sama-sama menghujam akar pada sang bumi..

angin menjawab, “oh tidak, keduanya berbeda walau terlihat sama”
jawabku, “lalu apakah perbedaan nya”
angin menjelaskan, “si bambu akan selalu kembali pada posisinya seperti semula ketika ku menyapanya, mengikuti keadaan tanpa harus kehilangan prinsip, rerumputan tidak demikian”

tiba-tiba rerumputan di dekatku nyeletuk, “si bambu memang bisa menjaga prinsipnya, tapi kami para rerumputan tak pernah berhenti menitipkan benih kami pada sang angin agar tersebar dan akhirnya tumbuh di tempat lain. itulah mengapa kami tak sekokoh bambu”…

3 responses to this post.

  1. dulu spt bambu, sekarang spt rumput …. mw balik jd bambu lg ….

    Reply

  2. I'm not strong enough to handle myself out there if I spread my seeds like the grass ….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: