Contoh Analisa Saham


Stock Code        : BSDE

Company Name    : Bumi Serpong Damai Tbk.

  • Shareholders as of Feb 2013 :

1.

PT Paraga Arta Mida

4.422.720.330

25.28%

2.

PT Ekacentra Usahamaju

4.404.400.500

25.17%

3.

Public (<5%)

8.669.875.762

49.55%

  • IPO date     : 6 Jun 2008
  • IPO Price    : Rp 540
  • Free float    : 17.496.996.592
  • Financial Summary :

Balance Sheet

2012

2011

2010

2009

12/31/12

12/31/11

12/31/10

12/31/09

Cash

267,919

170,237

115,969

107,359

Short Term Investments

3,794,015

3,995,547

4,092,982

2,149,360

ASSETS

 

 

 

 

Cash & Short Term Investments

4,061,934

4,165,784

4,208,952

2,256,719

Receivables – Net

83,188

86,978

102,632

50,642

Work in Progress

2,247,701

2,016,624

1,666,836

1,691,908

Finished Goods

1,152,622

996,599

1,217,445

1,165,434

Progress Payments Other

-24,252

0

0

0

Inventories – Total

3,376,071

3,013,223

2,884,281

2,857,343

Prepaid Expenses

302,288

196,665

120,271

93,402

Other Current Assets

638,235

336,108

214,471

106,712

CURRENT ASSETS – TOTAL

8,461,716

7,798,758

7,530,606

5,364,818

Land

43,915

43,915

43,915

43,915

Buildings

553,812

362,889

362,739

Machinery & Equipment

17,394

27,766

27,404

27,166

Transportation Equipment

77,469

67,089

63,408

49,212

Other Property, Plant & Equipment

6,781,456

3,961,312

3,389,666

3,172,027

Property, Plant and Equipment – Gross

7,474,211

4,636,281

3,899,751

3,657,096

Accumulated Depreciation

-493,234

-429,255

-382,835

-342,922

Property, Plant and Equipment – Net

6,980,978

4,207,026

3,516,917

3,314,175

Investments in Associated Companies

652,459

15,86

Other Investments

651,848

766,441

638,709

649,353

Other Tangible Assets

415

3,305

2,978

253

Total Intangible Other Assets – Net

9,303

11,847

5,537

6,399

Other Assets – Total

9,717

15,152

8,515

6,652

TOTAL ASSETS

16,756,718

12,787,377

11,694,748

9,334,997

LIABILITIES

 

 

 

 

Accounts Payable

177,681

44,602

15,54

31,775

Income Taxes Payable

20,954

24,014

11,695

5,173

Other Current Liabilities

4,528,913

3,450,368

2,499,011

1,894,684

CURRENT LIABILITIES – TOTAL

4,727,548

3,518,985

2,526,246

1,931,632

Long Term Debt

1,125,409

663,401

1,305,917

1,525,152

Provision for Risks and Charges

281,655

276,806

302,943

330,463

DEFERRED TAXES

0

0

0

0

Other Liabilities

90,402

70,96

144,374

80,133

TOTAL LIABILITIES

6,225,014

4,530,152

4,279,479

3,867,380

EQUITY

 

 

 

 

Non-Equity Reserves

0

0

0

0

Minority Interest

2,615,183

1,384,689

1,282,987

884,325

Preferred Stock

0

0

0

0

Common Stock

1,749,700

1,749,700

1,749,700

1,093,562

Capital Surplus

4,765,731

4,765,731

4,765,731

484,666

Other Appropriated Reserves

(1,540,214)

(1,471,761)

(1,448,117)

2,266,480

Retained Earnings

2,939,944

1,828,867

1,064,969

738,584

Unrealized Gain/Loss on Marketable Securities

1,362

COMMON EQUITY

7,916,522

6,872,536

6,132,282

4,583,292

TOTAL LIABILITIES & SHAREHOLDERS’ EQUITY

16,756,718

12,787,377

11,694,748

9,334,997

*Values are displayed in Millions except for earnings per share and where noted
Income Statement

2012

2011

2010

2009

12/31/12

12/31/11

12/31/10

12/31/09

NET SALES OR REVENUES

3,727,812

2,806,339

2,477,203

2,410,358

Cost of Goods Sold (Excl Depreciation)

1,309,065

1,021,278

1,167,737

1,234,136

Depreciation, Depletion And Amortization

57,996

46,498

50,28

44,946

Depreciation

55,508

44,922

48,711

43,251

Amortization of Intangibles

2,488

1,576

1,569

1,695

GROSS INCOME

2,360,750

1,738,563

1,259,185

1,131,277

Selling, General & Admin Expenses

886,834

773,651

393,559

297,774

Other Operating Expenses

10,757

4,356

-3,733

-1,261

OPERATING INCOME

1,463,159

960,555

869,36

834,763

Extraordinary Credit – Pretax

128,506

11,579

26,621

7,192

Extraordinary Charge – Pretax

-151,907

0

0

0

Non-Operating Interest Income

206,161

240,891

112,162

125,201

Other Income/Expenses – Net

97,952

56,012

40,061

-9,048

Interest Expense On Debt

90,395

152,713

189,68

222,828

PRETAX INCOME

1,696,564

1,170,230

858,524

735,28

Income Taxes

-217,705

-158,197

-142,407

-135,544

Current Domestic Income Tax

217,705

158,197

0

0

Deferred Domestic Income Tax

0

0

142,407

135,544

Minority Interest

192,812

171,254

125,301

110,358

Equity in Earnings

35,182

33,275

After Tax Other Income/Expense

0

0

-231,595

-213,915

NET INCOME BEFORE EXTRA ITEMS/PREFERRED DIVIDENDS

1,286,047

840,78

394,403

308,738

NET INCOME USED TO CALCULATE BASIC EARNINGS PER SHARE

1,286,047

840,78

394,403

308,738

Shares used in computing earnings per share – Fully Diluted

17,497

17,497

17,497

11,782

Earning per Common Share – Basic

73.50

48.05

22.54

26.21

Earning per Common Share – Fully Diluted

73.50

48.05

22.54

  • BSDE Performance :

    Capture


Gambar pertama adalah grafik harga saham BSDE dan ISSI dari 28 Desember 2012 sampai 30 April 3013 yang telah diindeks. Grafik menunjukkan BSDE dan ISSI mempunyai tren naik. Walaupun begitu, tren kenaikan BSDE lebih agresif bila dibandingkan dengan ISSI. Saham BSDE tumbuh sebesar 47,4% selama periode observasi (empat bulan) dari Rp 1.100 ke Rp 1.730, sedangkan ISSI tumbuh 14,31% dari level 145 ke level 167.

Tren pertumbuhan saham BSDE yang agresif tercermin pada return-nya yang lebih fluktuatif dibandingkan dengan return ISSI. Namun karena BSDE dan ISSI sama-sama mempunyai tren yang positif, rata-rata return BSDE lebih tinggi dari rata-rata return ISSI. BSDE mempunyai average return sebesar 0,58%, sedangkan ISSI mempunyai average return sebesar 0,17%.

  • Analisis Performa Saham di Masa Depan

  1. Economy Condition

    BPS mencatat pertumbuhan ekonomi makro pada kuartal I 2013 tumbuh sebesar 6,02% YoY dan 1,41% QoQ. Suryamin, kepala BPS, menjelaskan, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2013 berdasarkan pengeluaran didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,17% dan pembentuk modal tetap bruto yang tumbuh 5,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan pengeluaran konsumsi pemerintah naik 0,42%, ekspor naik sebesar 3,39%, sedangkan impor menurun sebesar 0,42%. Beberapa indikator positif tersebut beserta suku bunga yang rendah sepanjang kuartal I 2013 turut membuat permintaan properti di tanah air meningkat. Menurut BPS, sektor real estate dan jasa perusahaan tumbuh sebesar 8,35% YoY. Jika pemerintah konsisten dengan sikapnya menjaga asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN-P 2013 sebesar 6.2% di penghujung tahun ini maka hal itu akan sangat membantu prospek pertumbuhan sektor properti.

  2. Sectoral Condition

    Survei Properti Komersial Bank Indonesia (BI) Kuartal I-2013 memperlihatkan bahwa seluruh sektor properti di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) dan Banten memperlihatkan pertumbuhan positif. Di sektor perkantoran misalnya, pada triwulan I-2013 di Jabodebek mengalami perkembangan positif yang tercermin dari adanya kenaikan tingkat hunian (okupansi), penjualan,tarif sewa dan harga jual. Tarif sewa dan harga jual meningkat masing-masing 4,89% (QoQ) dan 6,45% (QoQ) menjadi Rp192.222/m2/bulan dan Rp25,56juta/m2 (www.jktproperty.com). Untuk apartemen, masih tingginya permintaan konsumen mendorong kenaikan pasokan dan harga jual apartemen di Jabodebek yang masing-masing meningkat sebesar 8,12% (QoQ) dan 4,67% (QoQ). Di Banten jumlah pasokan apartemen tumbuh signifikan (34,82% QoQ). Untuk hotel, sepanjang kuartal I-2013 pasokan hotel berbintang di kawasan Jabodebek hanya tumbuh 0,33% (QoQ).

  3. Business Condition

    BSDE merupakan perusahaan properti yang mempunyai landbank tertinggi diantara perusahaan lain sejenis. Aset tanah yang belum dikembangkan tersebut tercatat mempunyai nilai sekitar Rp 7,46 triliun per kuartal I 2013 (www.indonesiafinancetoday.com). Pada kuartal I 2013 lalu, net income BSDE naik sebesar 369% YoY sebesar Rp 1,24 triliun. Penjualan tanah kepada tiga perusahaan joint venture (Hong Kong Land, AEON Mall Japan, dan Indonesia Internatonal Expo) berkontribusi besar (57%) pada revenue BSDE kuartal I 2013. BSDE juga mengakuisisi 5,4ha tanah di CBD Rasuna Epicentrum Jakarta dan 29ha di Serpong. Dua kawasan ini diprediksi akan membuat income BSDE naik di kuartal I 2014 yang akan datang.

Kesimpulan

Uraian singkat di atas secara sekilas menunjukkan bahwa sektor properti, khususnya BSDE, layak dilirik untuk dimasukkan dalam portofolio. Terlebih lagi jika melihat pergerakan sahamnya yang jauh melesat dibandingkan ISSI. Akan tetapi layaknya siklus bisnis, sekarang mempunyai tren positif, besok mungkin tren nya negatif. Khusus properti, beberapa pihak berpendapat bahwa sektor ini sebenarnya sudah terlampau mahal bahkan hampir masuk dalam kondisi “buble”.

Seorang calon investor harus mempertimbangkan banyak hal dalam memilih saham. Tidak hanya tren pergerakan di masa lalu, tetapi juga kesehatan dan profitabilitas perusahaan serta kondisi makro ekonomi secara umum. Karena investasi dalam katagori saham/equity mengasumsikan bahwa perusahaan going concern, maka ekspektasi kinerja perusahaan dan isu-isu terkait di masa depan sangat mempengaruhi harga saham hari ini.

Referensi

www.idx.co.id

www.cnbc.com

www.finance.yahoo.com

www.beritasatu.com

www.jktproperty.com

http://www.indonesiafinancetoday.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: