Perjalanan Spiritual part I


Hari ini bisa jadi hari dimana seluruh sisa hidupku bergeser, I call it breaking point. Aktivitas hari ini aku thawaf pagi-pagi, trus lanjut ke Jabal Nur wat ziarah ke Gua Hiro dimana Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama kali “Iqro’ Bismi Rirobbika Allazii Khalaq”.

Perjalanan spiritual ini berlangsung bersama empat orang, dua dari Singapura (Firdaus & Abdul Latif), aku dan Erwin. Erwin, temenku dulu lama di Darul Qiyam Magelang. Hari ini banyak hikmah / pelajaran / cara pandang dan hidup; intisari yang bisa ku petik.

Salah satunya adalah tentang mengapa banyak dari berbagai macam aliran Islam yang berkunjung ke Makkah dan Madinah, tidak mempersoalkan / menyalahkan satu sama lain. Seperti semua mereka larut dalam khusuknya ibadah. Seluruh Muslim dari berbagai macam negara, aliran, dan golongan bertemu di dua kota tersebut.

Mereka saling mentolerir satu sama lain. Mereka boleh jadi berbeda pendapat tentang hal-hal khilafiyah tetapi semua itu luntur di hadapan Ka’bah yang Agung dan depan makam Nabi. Mereka boleh jadi punya Imam yang dituakan di daerah masing-masing, tetapi di Makkah dan Madinah mereka hanya fokus untuk mencoba berinteraksi pada Allah dan merasakan aura jasad Nabi Muhammad SAW yang telah dimakamkan empat belas abad lalu.

Tanah haram, 16 jan 2014

3 responses to this post.

  1. Posted by Faza on January 23, 2014 at 1:50 pm

    Barakallah ya nif🙂

    Reply

  2. Posted by Faza on January 26, 2014 at 9:13 pm

    Aamiiin,, makasih juga ya do’a nya🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: